2026-04-29 HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Di tengah teriknya matahari, setiap pulang sekolah Gen Z di RT 06, RW 10, Rawa Malang, Semper Timur, Jakarta Utara, tak lagi berkumpul di sudut gang untuk tawuran seperti dulu.
Mereka justru bergegas menuju kebun kecil di sela permukiman yang berada di samping kolong tol Cibitung-Cilincing.
Dengan celana putih sekolah yang masih menempel, tiga orang Gen Z terlihat masuk ke lahan urban farming seluas 1,5 hektare bernama Bangun Karya Mandiri.
Mereka terlihat berduduk santai sambil bercengkrama satu sama lain, sekaligus bertukar pikiran dengan Ketua Kelompok Tani Bangun Karya Mandiri Dwi Angga Mukti (26).
Setelah beristirahat sebentar untuk melepas lelah pulang sekolah, para Gen Z tersebut langsung mengambil air dari kolam buatan dengan menggunakan gembor air berwarna hijau.
Terik matahari yang menyengat kulit, tak menyurutkan semangat mereka untuk menyiram tanaman hijau seperti kangkung, kemangi, sawi, cabai, dan lain sebagainya yang mulai bertumbuh.
Salah satu Gen Z bernama Fajar Aryanto (15) mengaku mulai terlibat mengurus urban farming sejak tahun 2024, karena diajak oleh Angga.
Dulunya, Fajar cukup aktif melakukan tawuran. Hampir setiap pekan ia beradu dengan musuh tawuran.
"Dulu mah suka tawuran, sekarang sudah enggak," kata Fajar ketika diwawancarai iDoPress di lokasi, Selasa (27/4/2026).
Namun, ia pensiun dari kegiatan tersebut usai diajak bercocok tanam di lahan urban farming beberapa tahun lalu.
Setiap pulang sekolah, Fajar kini lebih suka menghabiskan waktu di kebun bersama rekan-rekannya.
Berbeda dengan dulu yang lebih sering nongkrong dan berujung tawuran setiap pulang sekolah.
Menurut dia, mengurus kebun di tengah kota memang tidak mudah dan melelahkan.
Namun, membuatnya ketagihan.
"Karena asyik, bisa bareng-bareng kawan nyiram gitu," kata Fajar ketika diwawancarai iDoPress di lokasi, Selasa (27/4/2026).
Tak hanya menyiram, Fajar dan teman-temannya juga ikut menanam, memberi pupuk, dan membersihkan kebun setiap hari.
Di sisi lain, adanya urban farming membuat Fajar dan teman-temannya jarang nongkrong di luar dan fokus melakukan kegiatan positif lewat berkebun.
Gen Z itu juga merasa senang dengan terlibat bercocok tanam, bisa mendapatkan uang jajan tambahan, meski nominalnya tak menentu setiap bulan.
Namun setidaknya, penghasilan tersebut bisa digunakan untuk membeli es dan makan bersama-sama dengan temannya di kebun.
Meski tambahan uang jajannya tak seberapa, Fajar mengaku senang karena banyak pelajaran yang bisa dipetik selama ikut mengurus urban farming.
04-29
04-29
04-29
04-29
04-29
04-29